Bakpia Tiga Mutiara

Hampir semua orang pernah mencicipi bakpia yang merupakan makanan khas dari Yogyakarta. Kacang hijau yang diolah dengan pengolahan tertentu, stomach dilapisi dengan kulit dari tepung dan dengan rasanya yang khas membuat makanan ini banyak digemari oleh masyarakat. Bakpia pada umumnya berisi kacang hijau yang langsung diproses untuk dibuat sebagai bahan pengisi bakpia yang dilapis dengan kulit yang terbuat dari campuran tepung terigu, patient air, capsule dan garam. Adonan kulit yang sudah jadi kemudian dibentuk lembaran-lembaran dengan ukuran tertentu kemudian diisi dengan adonan kacang hijau yang telah disiapkan, dibentuk bulat pipih kemudian dipanggang. Rata-rata bakpia akan cenderung mengeras setelah umur 2 hari.

Jika dirasakan dengan seksama, sebenarnya kebanyakan kulit bakpia tidak mempunyai rasa (tawar rasanya), sehingga sebagian besar bakpia lebih mengandalkan rasa yang ada pada kacang hijaunya. Dan pembaca juga diharapkan berhati-hati dengan bakpia-bakpia yang beredar dengan harga murah di pasaran. Tingginya harga bahan baku untuk pembuatan bakpia mengakibatkan standar harga bakpia di pasaran berkisar antara 30-35 ribu rupiah. Bagaimana dengan bakpia di pasaran yang harganya dibawah 20 ribu atau bahkan yang harganya di bawah 10 ribu? Jawabannya adalah, bakpia tersebut menggunakan isi ubi yang diolah sedemikian rupa dengan dicampuri perasa kacang hijau, sehingga walaupun isinya ubi, tetap rasanya seperti kacang hijau.

Selain di Yogyakarta, di Kota Solo juga terdapat bakpia, dengan nama Bakpia Tiga Mutiara. Bakpia ini mempunyai banyak perbedaan dengan bakpia pada umumnya, mulai dari pembuatannya yang dibuat dengan sistem oven, bukan panggang, diisi dengan kacang hijau yang sudah dikupas kulitnya, dengan kulit bakpia yang didesain berlapis-lapis sehingga menimbulkan sensasi rasa yang berbeda ketika kita memakannya. Kulitnya pun terasa gurih dengan aroma butter yang terasa apabila kita jeli merasakannya. Dengan bahan kacang hijau kupas, kulit yang berlapis-lapis, menjadikan bakpia ini lebih lembut, lebih lezat dan lebih awet baik itu keawetan dari segi umurnya maupun keawetan dari segi kelembutannya. Walaupun dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet, Bakpia Tiga Mutiara bisa tahan sampai 5-6 hari dengan kelembutan yang sama. Bahkan sering kali orang salah mengira bakpia ini rasa keju karena isinya yang berwarna kuning dan lezat.

Bakpia Tiga Mutiara sangat cocok untuk teman minum teh, ngopi, ataupun untuk camilan di perjalanan karena memang rasanya tidak eneg dan mempunyai kesan ringan di perut. Hanya dengan harga Rp. 30.000,00 anda bisa membawa pulang satu dus bakpia yang lezat ini. Bakpia Tiga Mutiara dijual di sebelah timur kampus UNS (Universitas Sebelas Maret), lebih tepatnya di sebelah utara SPBU Taman Jurug dengan jarak ±100 m di kiri jalan anda akan menjumpai papan dengan tulisan Tiga Mutiara Cake and Bakery. Di toko ini, selain menyediakan Bakpia Tiga Mutiara, juga ada produk PIA dengan rasa coklat, keju, dan coklat durian, produk-produk cake, diantaranya ada brownies, siffon, banana cake, rainbow cake, roll cake (strawberry, keju) dengan rasa yang lezat dan tentunya tanpa bahan pengawet.

Selain dijual di toko yang berada di sebelah timur Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Bakpia Tiga Mutiara juga hadir di Car Free Day Kota Solo yang diadakan setiap hari minggu pagi jam 06.00-09.00 WIB tepatnya di depan kantor Pengadilan Kota Solo di Jalan Slamet Riyadi. Untuk yang tinggal di Karanganyar, bisa memperoleh Bakpia yang lezat ini di Mitra Mall Karanganyar, atau di Obyek Wisata Sondokoro Kab. Karanganyar. Bakpia Tiga Mutiara bisa juga diperoleh di  bundaran Solobaru setiap minggu pagi dari jam 06.00-09.00.

Tidak lengkap rasanya apabila pembaca berkunjung ke Kota Solo tanpa membawa oleh-oleh Bakpia Tiga Mutiara. Bakpia Tiga Mutiara memang untuk yang berselera tinggi

Alamat : Jl. KH, Maskur No. 3, Gendingan, Solo

EVENT_TIMING : 09.00 - 21.00

Kontak : 0878 787 087 86, 0271-7933971

Email:

Rating :

Add Comment