SMP Negeri 2 Surakarta

SMPN 2 SKA

Pada akhir jaman penjajahan Hindia Belanda di kota Solo ada beberapa sekolah MULO, salah satunya adalah SMPN 2. Ada pula sekolah negeri dan partikelir yang berbahasa pengantar bahasa Belanda dengan susunan Voorklas (kelas pendahuluan), kelas I, II dan III.
Setelah Hindia Belanda diduduki tentara Jepang semua sekolah ditutup. Berangsur-angsur ada yang diperbolehkan buka kembali. Pertama-tama yaitu Sekolah Rendah yang mereka sebut Kokumin Gakko lamanya 6 tahun. Meskipun Jepang belum membuka sekolah jenis/tingkat MULO, atas kebijaksanaan S. P. Mangkunegoro VII, Inheemse MULO MN pada bulan April 1942 sudah dibuka kembali dengan diberi nama Sekolah Lanjutan Mangkunegaran. Bahasa pengantarnya berangsur-angsur dengan cepat diganti dengan bahasa Indonesia.
Bersamaan  dengan  itu pemerintah pendudukan Jepang mulai membuka SMP atau Shoto Chu Gakko yang lama belajarnya 3 tahun. Yang pertama diberi nama SMPN 1, dan yang kedua SMPN 2. Muridnya campuran laki-laki dan perempuan, SMP 1 dikepalai Bapak Soemidi Adisasmita dan SMP 2 Pasar Legi Bapak Tjetje Djajadisastra .
Sekarang SMPN 2 pindah ke Kelurahan Jajar, tepatnya di Jalan Apel No 3 Jajar Surakarta. Seiring dengan perkembangnya,  SMP Negeri 2 surakarta ditunjuk menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) yang berarti menjadi sekolah percontohan untuk standar nasional.



Sekolah Menengah Pertama , ,

Listing Berkaitan

Tulis Review Anda

Sebelum menulis review, pastikan Anda membaca Kebijakan Komentar

Anda harus login untuk menulis review.

Tentang diSOLO.com

Anda mungkin pernah merasakan kesulitan saat mencari informasi tentang tempat makan atau mungkin bisnis di Solo. Untuk itulah diSOLO.com hadir untuk Anda.